Bagaimana Persoalan Sampah Kota Yogya Kedepan…

Persoalan Sampah dikota-kota besar sudah menjadi masalah yang menyita perhatian semua.  Berapa volume yang dihasilkan setiap hari?, bagaimana pengelolaannya? berapa armada sampah yang ada? dimana lokasi TPS dan TPA nya? apakah dekat pemukiman? apakah sudah ada kesepakatan antar daerah bila berkaitan dengan OTDA ? inilah yang perlu .. perlu…dan perlu dibicarakan. Menurut informasi, pemakaian TPA Piyungan hanya sampai tahun 2012. Setelah itu mau dimana lagi lokasinya?. Sebenarnya TPA Piyungan ini menampung sampah dari kota Yogya, sebagian dari Sleman dan sebagian dari Bantul atau dengan istilah ngetopnya “Karta Man Tul”. Sampah yang masuk ke TPA beragam jenisnya,  dari sampah organik hingga anorganik, ada plastik, kaleng/logam, kertas, daun dsb.  Keberadaan pemulung di sekitar lokasi TPA memang sudah menjadi rumus ” ada gula ada semut”… yaitu penghasilan yang cukup menjanjikan buat hidup…. bahkan tidak heran  kebanyakan dari mereka berasal dari luar daerah. Tapi sebenarnya keberadaan mereka itu dapat dikatakan sebagai  pre-treatment untuk meminimalkan volume sampah dengan “menyortir” dan menggunakan lagi barang bekas yang bernilai ekonomis. Di samping itu ada pula “penghuni lain” di TPA tersebut yaitu segerombolan  Sapi dan Kambing yang berkeliaran mencari makan, milik “juragan” pemulung . Dari sisi Kesehatan coba kita prediksi apakah para pemulung mempunyai gangguan kesehatan? misal nya: gatal-gatal, iritasi mata, kecacingan, ISPA dsb. Dari sisi yang lain lagi apakah sapi dan kambing dari lokasi TPA tadi bukan kah merupakan Vektor penular penyakit atau agent  limbah B3 mengingat hewan tersebut kontak dengan sampah tadi. Ini yang perlu diwaspadai. (bersambung…)

1 Komentar

  1. westnu berkata,

    Februari 13, 2008 pada 9:49 am

    wah…pak piye kiye kok bersambung

    kita tunggu kelanjutannya


Tulis sebuah Komentar